Sun. Jul 21st, 2019

Parkir Liar Merajarela di Kawasan Kesultanan Banten

2 min read

SERANG, bantenhariini.com – Kawasan Kesultanan Banten atau biasa dikenal dengan sebutan Banten Lama, dikeluhkan oleh para pengunjung yang datang untuk berziarah. Lantaran tidak adanya lahan parkir yang disediakan oleh pihak pengelola, dan hanya tersedia lahan parkir liar yang diminta bayaran cukup mahal tanpa keamanan yang terjamin.

Pantauan di lokasi, biaya parkir yang harus dikeluarkan oleh pengunjung kawasan Kesultanan Banten sebesar Rp5.000 untuk pengendara roda dua. Sedangkan pengendara roda empat dikenakan tarif senilai Rp15.000.

Salah satu pengunjung Kawasan Banten Lama, Herliana, yang menggunakan kendaraan roda dua mengaku, keberatan dengan lokasi lahan parkir yang tidak strategis, dan jauh dari tempat ziarah. “Nanti kalau motor saya hilang bagaimana? Apakah ada yang mau bertanggung jawab? Seharusnya pengelola memikirkan ini, agar kenyamanan pengunjung bisa terjamin aman dan nyaman,” ungkapnya saat ditemui di Kawasan Kesultanan Banten, Senin (10/6).

Sementara itu, pengunjung lainya, pengendara roda empat, Sarnadi, mengeluhkan hal sama. Bahkan dirinya menilai, penataan Banten Lama seperti tidak ditata dengan rapi.

“Masa mau parkir aja berebut. Bahkan saat mau bayar pakir, pada lari-larian dengan berebut uang Rp15 ribu. Ini pengelolaan Banten Lama bagaimana, ko tidak rapi dan terkesan berantakan,” ujarnya.

Sisi lainya, Ketua Kenadziran Kesultanan Banten, Tb Abbas Wase yang merupakan penanggung jawab pengelolaan Kawasan Kesultanan Banten mengakui, memang belum disediakannya lahan parkir untuk pengunjung yang datang ke Banten Lama. Bahkan, Ia pun menegaskan, bahwa tidak pernah memberikan izin untuk adannya pengutan parkir bagi pengunjung. “Itu semua ilegal dan tidak resmi, tanpa adannya persetujuan dari kami (Kenadziran Kesultanan Banten),” tegasnya.

Tb Abbas Wase juga menjelaskan, bahwa sudah memberikan teguran kepada pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menarik parkir di daerah Kesultanan Banten. “Tapi mereka tidak mendengarnya. Intinya kita sudah pernah menegurnya,” tandasnya. (FEB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *