Sun. Jul 21st, 2019

Menkumham dan Walikota Tangerang Disarankan Ngopi Bareng

1 min read

TANGERANG, bantenhariini.com – Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly dan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah masih perang dingin karena kisruh pembangunan gedung Politeknik BPSDM Hukum dan Ham. Hal ini ditanggapi serius akademisi Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang.

Sindiran tersebut sejatinya bersifat wajar lantaran tanah yang dipergunakan untuk membangun Politeknik BPSDM merupakan milik Kementerian Hukum dan Ham. “Mereka kan pejabat publik, masa iya tidak mengerti lobi negosiasi. Segera selesaikanlah dengan ngopi bareng. Jangan menggiring opini ke mana-mana,” ujar Pengamat Politik dan Kebijakan Publik UNIS Tangerang Adib Miftahul.

Menurut Adib, Walikota harus fokus kepada rencana tata ruang wilayah jika menginginkan membuat areal persawahan. Bahkan Walikota dapat merelokasi pabrik yang berada di wilayah Kota Tangerang. “Tinggal dihitung saja berapa warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik,” tambahnya. Kedua belah pihak dinilainya tidak salah dalam pembangunan Politeknik tersebut.

Jika dilihat RTRW lanjut Adib, tidak ada yang salah jika Waikota Arief ingin membuat areal persawahan. “Tapi Pak Arief harus bijak. Kalau mau mengedepankan RTRW harus mengutamakan yang urgent yaitu merelokasi pabrik karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Adib mengatakan, untuk menyelesaikan masalah tersebut kedua belah pihak harus segera duduk bersama membahas masalah tersebut. ”Keduanya harus duduk bersama. Jangan mengedepankan ego ego masing-masing. Semua dapat diurus dengan baik,” tambahnya. (Anda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *