Dosen UIN SMH Banten Sebut Demo ke KPU RI Buang-buang Tenaga Dosen UIN SMH Banten Sebut Demo ke KPU RI Buang-buang Tenaga
SERANG, bantenhariini.com – Wakil Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdem) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten, Ali Muhtarom, menyatakan rekonsiliasi di... Dosen UIN SMH Banten Sebut Demo ke KPU RI Buang-buang Tenaga

SERANG, bantenhariini.com – Wakil Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdem) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten, Ali Muhtarom, menyatakan rekonsiliasi di tataran bawah (grassroot) sangat penting dalam kembali merajut persatuan pasca pemilu 2019 yang rentan terjadinya gesekan.

“Bagi saya, semua elemen sangat penting untuk rekonsiliasi kembali, jadi salah satu strategi dengan wawasan kebangsaan saat ini,” kata Ali usai menjadi pembicara pada tausiyah kebangsaan dan pelantikan sekaligus raker pengurus komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN SMH Banten di kantor PWNU Banten, Rabu (15/5).

Dosen pada Fakultas Tarbiyah (FT) UIN SMH Banten itu mengatakan, ngopi bareng dan saling komunikasi dengan orang yang berbeda pandangan politik bisa menjadi jalannya, hal itu bisa meredakan suasana pasca pemilu. Selanjutnya, terkait adanya rencana aksi atau people power pada 22 Mei mendatang di KPU RI, ia menyarankan masyarakat Banten untuk tidak mengikutinya.

“Masyarakat menurut saya tidak usah membuang tenaga datang ke Jakarta apalagi ini juga saya kira sangat riskan, karena kalau terjadi secara masif yang rugi kita juga kan seandainya sampai chaos, tapi saya berharap tidak seperti itu,” ucapnya.

Terhadap kalangan mahasiswa, ia juga mengajak, untuk menjadi garda terdepan persatuan, menurutnya kegiatan seperti yabg dilaksanakan PMII sangat positif dalam memberikan wawasan kebangsaan.

“Bagi saya ya, mahasiswa itu mengikuti aturan yang sudah berlaku didalam sistem kepemiluan yaitu mempercayai KPU sebagai lembaga pemilu yang sudah terlegitimasi melalui undang-undang,” tuturnya.

Bahkan, ujar dia, kegiatan seperti itu akan lebih berdampak jika dilaksanakan dengan beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berbeda secara afiliasi politik. “Saya juga dengan yang berseberangan tetap selow saja. Silaturahim tetao terjalin dengan komitmen kebersamaan,” ujarnya.

Senada, pembicara lainnya yang merupakan ketua Ansor Kota Serang, Sabroni mengatakan, kebersamaan harus kembali dirajut pasca pemilu. Jika ditemukan adanya kecurangan, maka harus ditempuh secara konstitusional. “Kita percayakan kepada lembaga yang berwenang, jika diduga terjadi kecurangan lakukan prosedur secara konstitusional,” tandasnnya. (FEB)

banten hari ini

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *