Kurang Persyaratan, Agus Irawan Mundur Kurang Persyaratan, Agus Irawan Mundur
SERANG, bantenhariini.com – Bakal Pasangan Calon Agus Iriawan Hasbulloh dan Syamsul Bahri dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan, hal tersebut disebabkan sikap yang diambil oleh... Kurang Persyaratan, Agus Irawan Mundur

SERANG, bantenhariini.com – Bakal Pasangan Calon Agus Iriawan Hasbulloh dan Syamsul Bahri dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan, hal tersebut disebabkan sikap yang diambil oleh pasangan dari jalur perseorangan tersebut, yang tidak menghadirkan para pendukungnya saat Verifikasi Faktual (Verfak) kolektif perbaikan sejak tanggal 30 Januari hingga 5 Februari.

Menurut bakal calon Walikota Serang jalur perseorangan, Agus Iriawan, ketidakhadiran para pendukungnya pada saat Verfak tersebut memang sengaja dilakukan. Hal ini dianggap menjadi bagian dari protes yang dilakukan timnya, dengan alasan, ada kejanggalan saat Verifikasi Administrasi (Vermin), serta dukungan yang Memenuhi Syarat (MS) sebesar 23213 dari pihaknya memang sudah tidak memungkinkan memenuhi syarat pencalonan, yaitu 58464 dukungan.

“Ya jadi buat apa mubazir kan, kasihan pendukung saya, biar di rumah saja istirahat,” tegas Agus kepada awak media usai menghadiri acara Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Verfak Dukungan Perbaikan Bapaslon Perseorangan yang diselenggarakan oleh KPU Kota Serang di salah satu hotel di Kota Serang, Senin(12/2).

Ia menyatakan, pihaknya memprotes keras dengan hasil vermin KPU Kota Serang yang banyak menganulir dukungan baginya dengan alasan ganda eksternal.

Menurut Agus, KPU Kota Serang sudah melakukan kesalahan dengan menyatakan dukungan yang dirinya serahkan masuk dalam kategori tersebut sehingga menjadi Tidak Memenuhi Syarat.

“Nah ini yang kita pernasalahkan, kalau ganda internal kami terima, tapi untuk yang ganda eksternal, gak kita terima, ganda eksternal itu ditemukannya di verfak, apakah dia mendukung atau tidak mendukung,” ujarnya.

Ia menegaskan, saat ini sudah memulai proses laporan ke DKPP terkait pelanggaran kode etik. Sedangkan untuk laporan ke PTUN, dirinya mengaku akan menunggu hasil penetapan KPU, kemudian melaporkan ke Bawaslu. “Baru ke PTUN,” kata Agus.

Ia menegaskan, saat ini belum mendapatkan bukti fisik terkait fakta adanya ganda eksternal dalam dukungan terhadap dirinya.
“Permohonan informasi sudah dilayangkan, tapi kita belum mendapatkan jawaban, kita kehilangan fakta,” keluhnya.

Ia menyatakan, hingga saat ini dirinya tidak menandatangani hasil dari pleno KPU Kota Serang. Agus mempersilahkan KPU menjalankan agendanya, dan dirinya mengaku akan tetap taat aturan hingga ada ketetapan hukum yang pasti.
“Saya tidak akan berhenti, sampai saya ditetapkan menjadi calon,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Divisi Teknis KPU Kota Serang Fierly MM menjelaskan kronologis perjalanan data dukungan bapaslon Agus-Samsul. Bahwa pada masa penyerahan dukungan November 2017 silam, hasil verifikasi penghitungan (vertung) mencapai 45.932. Kemudian hasil verifikasi administrasi (vermin) mencapai 37.244. Kemudian data tersebut dibawa ke verifikasi faktual (verfak) pada Desember 2017. Hasilnya yang memenuhi syarat mencapai 9.468 dan itu dikukuhkan dalam rapat pleno rekapitulasi dukungan tanggal 30 Desember 2017.

“Sesuai ketentuan, bapaslon Agus-Samsul kemudian harus menyerahkan dukungan perbaikan dua kali lipat dari jumlah yang tidak memenuhi syarat (TMS) 29.232 yakni sebanyak 58.464,” terang Fierly.

Pada massa penyerahan dukungan perbaikan tanggal 18-20 Januari 2018, hasil vertung bapaslon Agus-Samsul sebanyak 59.685. Ketika dibawa ke vermin jumlah yang MS sebanyak 23.213, dan TMS sebanyak 36.472. Jumlah TMS terbanyak disumbang dari ganda internal sebanyak 31.315.
“Ganda internal adalah identitas pendukung yang digandakan lebih dari satu kali pada data dukungan bapaslon yang diserahkan oleh bapaslon kepada KPU.

Sementara ganda eksternal mencapai 4.596. Terdiri dari 2.346 disebut data ganda karena sebelumnya pernah memberikan dukungan kepada bapaslon Samsul Hidayat-Rohman. Sementara 2.250 disebut data ganda karena sebelumnya pernah memberikan dukungan kepada bapaslon Agus-Samsul dan dinyatakan TMS,” lanjut Fierly.

Vermin dukungan perbaikan, kata Fierly, dilakukan secara terbuka. Pihak timses bapaslon hari demi hari mengawal petugas KPU, PPK, dan PPS yang melakukan vermin. Ditambah pengawasan melekat dari aparatur Panwaslu.

Setiap harinya saat vermin itu, sambungnya, pihak timses bapaslon membubuhkan tanda tangan atau paraf di alat kerja verifikator. Disaksikan teman Panwaslu. Dalam satu kecamatan, timses jumlahnya bias mencapai 2 sampai 3 orang.

“Setelah vermin, data pendukung yang dibawa ke verfak perbaikan adalah 23.213. Waktunya pada tanggal 30 Januari hingga 5 Februari. Saat itu kami siaga menunggu jadwal pengumpulan pendukung oleh bapaslon. Tapi hingga akhir tidak ada. Karena itu angka 23.213 itu kami TMS kan. Kesimpulannya, jumlah dukungan bapaslon yang MS hanya 9.468, sesuai hasil rapat pleno awal tanggal 30 Desember 2017,” kata Fierly.

KPU nantinya akan menjadikan hasil rapat pleno, masih dikatakan Fierly, sebagai dasar pengambilan keputusan untuk penetapan pasangan calon yang akan dilakukan pada tanggal 12 Februari 2018. “Sekuat tenaga kami berpegang pada aturan. Administrasi kepemiluan juga kami tempuh secara disiplin. Jadi kami sangat siap mempertanggungjawabkan hasil rapat pleno ini,” jelasnya.

Pada saat rapat pleno, Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono menyampaikan hasil pengawasan terhadap jalannya verfak dukungan perbaikan. Bahwa benar selama tahapan verfak perbaikan, tidak ada pengumpulan pendukung oleh timses. Dan karena itu dalam rapat pleno berjenjang mulai dari PPS, PPK, hingga KPU, data dukungan dinyatakan TMS. (FEB).

banten hari ini

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *