Inilah Lokasi Penyebab Kelangkaan Tabung Gas untuk Warga Miskin Inilah Lokasi Penyebab Kelangkaan Tabung Gas untuk Warga Miskin
TANGERANG,bantenhariini.com-Berhasilnya ditemukan lokasi pengoplosan tabung gas di Kavling DPR RI Blok C, Kelurahan Neroktog, Pinang, Kota Tangerang, menjawab penyebab adanya kelangkaan tabung gas bagi... Inilah Lokasi Penyebab Kelangkaan Tabung Gas untuk Warga Miskin

TANGERANG,bantenhariini.com-Berhasilnya ditemukan lokasi pengoplosan tabung gas di Kavling DPR RI Blok C, Kelurahan Neroktog, Pinang, Kota Tangerang, menjawab penyebab adanya kelangkaan tabung gas bagi warga miskin alias yang disubsidi.
Dalam beberapa bulan terakhir masyarakat kecil resah lantaran tabung gas ukuran 3 kilogram (kg) langka. Padahal gas ukuran ini untuk masyarakat yang disubsidi dan sangat dibutuhkan. “Ternyata pasokan langka di masyarakat kecil penyebabnya ada disini. Inilah lokasinya,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, saat jumpa pers di Neroktog, Pinang, Kota Tangerang, Jumat (12/1/2018).
Setyo mengungkapkan, mengapa terjadi kelangkaan gas, terutama pada masyarakat kecil yang memakai gas 3 kg. Terkait itu pihaknya terus melakukan penyelidikan dengan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskim Mabes Polri. Ternyata setelah diselidiki adanya gangguan di rantai distribusi. Kemudian pihaknya menemukan lokasi ini (Neroktog) yang menjadi penyebab kelangkaan tabung gas ukuran 3 kg.
Setyo meminta, kepada masyarakat yang masih melakukan pengoplosan tabung gas agar berhenti. Apabila masih ada akan terus diselidiki dan dihukum seberat-beratnya. “Mulai saat ini berhentilah dan tak ada lagi yang memanfaatkan gas untuk rakyat,” tegasnya.
Setyo juga mengatakan,bahwa tabung gas yang dioplos sangat berbahaya. Selama ini masyarakat kecil juga tidak mengetahui bahayanya. Adanya bahaya dipastikan dari sil atau karet tabung gas yang tidak memiliki standar keamanan.(setia)

banten hari ini

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *