Home / Berita Utama / Perda PUK Tak Kunjung Jadi, Impian Kota Serang Madani Pupus

Perda PUK Tak Kunjung Jadi, Impian Kota Serang Madani Pupus

SERANG, bantenhariini.com – Ibu Kota Provinsi Banten yaitu Kota Serang yang dikenal sebagai Kota Madani hingga kini belum juga terwujud dan menjadi hilang harapan.

Hal itu karena masih banyaknya merajarela tempat hiburan malam di Kota Serang, baik di pinggir jalan, cafe dan restoran sampai hotel-hotel.

Ketua GPSM Kota Serang, Ali Abdulkarim mengatakan, impian masyarakat Kota Serang untuk mewujudkan Kota Serang madani belum juga tercapai, karena tidak disahkanya Perda Kepariwisataan (PUK).

Bahkan, dikatakan pria yang biasa di sapa Enting, terlihat seperti di ulur-ulur, dan adanya kecurigaan tersendiri lamanya munculnya perda PUK untuk membiarkan penyakit masyarakat ini merajarela di Kota Serang madani.

“Apalagi digantinya Ketua DPRD Kota Serang dapat mempengaruhi raperda PUK ini. Dulu yang menangani untuk munculnya Raperda PUK adalah Pak Subadri, dan dengan tidak adanya Pak Subadri di dewan. Saya khawatir Perda PUK tidak kunjung di buatkan,” kata Enting melalui sambungan telpon, Selasa(5/12).

Lanjut Enting, untuk biro hukum Pemkot Serang segera memproses itu, dan sangat penting perda PUK ini untuk dasar hukum melarang adanya tempat hiburan di Kota Serang. “Sedang perda no 2 tahun 2010 mengenai penyakit masyarakat tidak berpengaruhi sama sekali, dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Jangan semuanya hanya cuci tangan saja, dan tidak mengatasi penyakit masyarakat yang ada di Kota Serang,” tegasnya.

Apalagi, masih dikatakan Enting, di Kota Serang terdiri dari 24 tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin.

“Dulu pada saat di Bentuk Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten. slogan apa yang di munculkan, dan akhirnya menjadi Kota Serang Madani bisa menjadi sebuah Kota yang agamis hingga munculnya Perda no 2 tahun 2010 yang tidak maksimal dengan kebanyakan harapan kosong,” tegasnya.

Lanjut Enting, padahal pengusaha-pengusaha tempat hiburan bukan orang serang, dan wanita-wanitanya pun dari import yang datang ke Kota Serang dengan berpura-pura kuliah supaya harganya menjadi naik serta mahal.

“Terus apa yang ditakuti oleh Pemerintah sendiri. Sedangkan sudah jelas, para pengusaha ini telah menyalahgunakan izin dan sebagian tidak memiliki izin. Jadi kata saya memang benar ada Alexis di Kota Serang,” ungkapnya dengan kesal.

Padahal sudah jelas, masih dikatakan Enting, Walikota Serang, Tb Haerul Jaman telah berjanji akan menutup semua tempat hiburan yang mengandung kemaksiatan di Kota Serang. Baik di pinggir jalan, Hotel maupun Restoran.

“Sampai akhirnya pun turun surat pada pertanggal 30 maret dari Walikota Serang ke Dinas Perizinan sampai ke Satpol PP untuk menertibkan 24 tempat hiburan yang tidak memiliki izin dengan tenggat waktu 3 bulan. Tapi apa sampai sekarang tidak ada yang berkurang,” jelasnya.

Padahal, kata Enting, keuntungan tempat hiburan di Kota Serang tidak ada sama sekali. “Karena mereka memakai izin resto ataupun Hotel yang hanya menyetorkan PAD sebasar Rp 1 juta rupiah. Sedangkan keuntungan mereka dalam sehari mencapai Rp 400 juta. Terus tunggu apa lagi Walikota untuk menertibkan 24 tempat hiburan yang merusak moral masyarakat di Kota Serang,” tandasnya. (FEB).

About banten hari ini

Check Also

Mantapkan Program 2018, IWO Bekasi Gelar Rakerda

Seolah tak habis energinya, Ikatan Wartawan Online (IWO) Bekasi terus melesat menggulirkan kegiatan. Kali ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cheap jordans for sale, Cheap jordans shoes, cheap jordans for sale, jordans retro 13, cheap nfl jerseys foamposites For Sale, cheap soccer jerseys, Cheap xxxi jordans, cheap jordan 12, Canada Goose sale,